Posts Tagged ‘Seluler’

Aplikasi Wireless Generasi Kedepan

Friday, September 10th, 2010

Pulsa Murah: Pengaplikasian jaringan 3G/3.5G sudah cukup mengakar, dengan bandwidth yang besar untuk operasi audio maupun video streaming. Sehingga kemampuan koneksi jaringan kabel seakan dipindahkan ke jaringan wireless.

Aplikasi wireless ini sendiri kini akan mengarah ke teknologi wireless generasi lanjutannya (4G). Dua pilihan akses wireless 3G yang paling menonjol tentunya WiMax dan LTE. Kedua teknologi ini sebenarnya akan saling melengkapi satu dengan lainnya dari segi kemampuan bandwidth nya.

WiMax hadir dengan dua platform, fixed dan mobile. Kemudian berkembang dari teknologi WiFi/WLAN ke support bandwidth yang lebih besar dengan coverage lebih dari 30km. Sedangkan LTE berkembang dengan standar 3GPP yang diposisikan sebagai evolusi dari 3G/3.5G yang saat ini masih umum menjadi standar operasi seluler.

Penerapan WiMax telah berjalan beberapa tahun hingga saat ini yang telah mencakup 150 negara. Dengan menawarkan pengguna berupa broadband yang konsisten dan lancer untuk aplikasi data. Sedangkan LTE dengan standar 3GPP nya masih sangat baru dan masih dalam tahap uji coba.

Kedua platform ini sejatinya dapat diaplikasikan sebagai aplikasi wireless generasi kedepan. Operator tinggal menentukan mana yang paling pas buat mereka diantara dua ini, dilihat dari hitungan bisnis. (js)

Ada Apa Di Balik Penghentian SMS Gratis?

Friday, February 12th, 2010

Jakarta – Penawaran SMS gratis lintas operator (off-net) akhirnya dihentikan setelah disepakati seluruh operator yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI). Semua sepakat, SMS gratis ini bisa mengganggu jaringan dan kenyamanan pelanggan telekomunikasi.

Menurut Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Iwan Krisnandi, layanan ini dilarang karena sistem penagihan SMS bukan berbasis interkoneksi dan masih menggunakan skema sender keep all (SKA).

Ia menjelaskan, sistem SKA membuat hanya operator pengirim yang mendapatkan rupiah dari SMS, sedangkan operator penerima harus merelakan jaringannya terokupansi. Sementara berbasis interkoneksi, operator pengirim dan penerima berbagi keuntungan dari setiap SMS yang terkirim.

“Kalau masih berbasis SKA tentu ada jaringan yang dibebani saat dikirimi SMS tanpa mendapatkan apa-apa selain beban jaringan yang meningkat. Ujung-ujungnya kualitas layanan ke pelanggan menurun,” kata Iwan usai pertemuan dengan ATSI di Gedung Sapta Pesona Ditjen Postel, Jakarta, Jumat (12/2/2010).

Selanjutnya Iwan mengungkapkan, kesepakatan lain dari pertemuan dengan pelaku usaha adalah penagihan SMS tetap menggunakan pola SKA. (more…)